3. Periksa Kaki-Kaki, Suspensi, dan Sistem Rem
Kenyamanan berkendara tidak hanya ditentukan oleh performa mesin. Kondisi kaki-kaki juga berpengaruh terhadap stabilitas dan keselamatan mobil hybrid.
Komponen seperti suspensi, sistem kemudi, dan rem harus mendapatkan pemeriksaan rutin.
Pemilik kendaraan perlu waspada apabila muncul bunyi tidak normal, getaran berlebihan, kemudi terasa berubah, atau pengereman tidak lagi responsif.
Baca Juga:Pelunasan Bipih Khusus 2027 Dimulai, Ini Email Resmi Pengajuan Pendampingan
Jangan menunggu kerusakan semakin parah. Segera bawa kendaraan ke bengkel untuk pemeriksaan lebih lanjut.
4. Gunakan Bahan Bakar Sesuai Spesifikasi Pabrikan
Salah satu cara menjaga efisiensi mobil hybrid adalah menggunakan bahan bakar dengan spesifikasi yang tepat.
Setiap model kendaraan memiliki kebutuhan bahan bakar berbeda, termasuk rekomendasi angka oktan atau Research Octane Number (RON).
Penggunaan bensin yang sesuai membantu proses pembakaran berlangsung optimal sehingga performa mesin tetap terjaga.
Karena itu, jangan hanya mempertimbangkan harga bahan bakar. Perhatikan pula rekomendasi yang tercantum dalam buku panduan kendaraan.
5. Pastikan Tekanan dan Kondisi Ban Selalu Ideal
Ban merupakan satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Kondisinya sangat menentukan kenyamanan, keselamatan, serta efisiensi energi.
Pastikan tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan. Ban yang kekurangan tekanan dapat meningkatkan hambatan gulir sehingga kendaraan membutuhkan energi lebih besar untuk bergerak.
Selain tekanan angin, periksa pula ketebalan telapak ban dan kondisi dinding sampingnya. Jika ditemukan benjolan, retakan, atau keausan yang sudah melewati batas, segera lakukan penggantian.
6. Periksa Busi Mesin Bensin
Meski memiliki motor listrik, mesin bensin pada mobil hybrid tetap menggunakan busi untuk menghasilkan percikan api di ruang pembakaran.
Busi yang mulai mengalami penurunan kualitas dapat mengganggu proses pembakaran. Dampaknya, mesin bisa terasa kurang responsif, putaran tidak stabil, hingga konsumsi bahan bakar menjadi kurang efisien.
Untuk menghindari masalah tersebut, lakukan pemeriksaan dan penggantian busi berdasarkan jadwal perawatan yang direkomendasikan pabrikan.
7. Perhatikan Kondisi Aki Kecil
Selain baterai utama bertegangan tinggi, mobil hybrid juga dilengkapi aki atau baterai teganganrendah.
Komponen ini memiliki peran penting dalam mendukung sistem kelistrikan kendaraan. Jika kondisinya melemah, mobil bisa mengalami kesulitan ketika sistem kendaraan diaktifkan.
